Kamis, 26 Februari 2015

Sejak tahun 2007, Komik Sains Kuark menghadirkan Olimpiade Sains Kuark (OSK), sebuah ajang kompetisi sains berskala nasional yang pada waktu itu dibuka dan dihadiri oleh Prof. Yohanes Surya, Prof. DR. Ing. Wardiman Djojonegoro, Prof. DR. Anwar Arifin (Anggota Komisi X DPR RI), Prof. DR. Ilham Habibie dan beberapa tokoh nasional di sebuah desa kecil di Wori, Manado.

Berdasarkan respon yang luar biasa dari masyarakat maupun kalangan pendidikan nasional serta semangat dan prestasi anak-anak dari berbagai daerah Indonesia, OSK dihadirkan secara tahunan dengan tujuan:
  1. Memberikan fasilitas kepada anak-anak SD/MI se-Indonesia untuk berkompetisi di bidang sains sekaligus memperkenalkan arti sebuah kompetisi, bahwa di dalam hidup situasi menang dan kalah adalah proses yang wajar.
  2. Memupuk semangat juang untuk menjadi yang terbaik sejak usia dini, bahwa untuk meraih mimpi dan mencapai prestasi harus disertai dengan jerih lelah
  3. Membangkitkan rasa percaya diri anak terhadap kemampuan yang mereka miliki. OSK bersifat terbuka untuk semua siswa SD/sederajat tanpa harus menduduki peringkat/rangking di kelasnya, sehingga siapapun bisa ikut berkompetisi tanpa dihantui rasa takut atau minder.
  4. Mendorong peningkatan kualitas pembelajaran sains di tingkat sekolah, kota, propinsi maupun nasional  
  5. Memacu guru-guru sains untuk memberikan pembekalan yang terbaik bagi anak-anak didik

Babak final OSK dikemas secara khusus dengan bentuk yang menyenangkan sehingga setiap finalis dapat menikmati sebuah kompetisi seru yang asyik, mendidik dan membangkitkan kreativitas. Setelah pelaksanaan ujian, finalis diajak untuk mengikuti berbagai aktivitas seperti kunjungan ke pabrik, istana negara, Pekan Raya Jakarta, atau objek wisata di Jakarta. Pada hari penganugerahan medali OSK, peserta diajak untuk melakukan berbagai aktivitas lapangan yang seru dan menyenangkan seperti belajar bermain angklung dan permainan outbond. Bahkan untuk guru/orang tua pendamping peserta juga disediakan berbagai kegiatan seperti seminar pendidikan dan aktivitas lapangan.

Seperti disampaikan oleh Prof. Yohanes Surya, Ph.D pada Malam Penganugerahan Medali OSK 2008 dan terus ditekankan oleh penyelenggara, yang terpenting bukanlah menang dan kalah. Keberhasilan mencapai final sudah merupakan suat prestasi yang luar biasa karena finalis berhasil menyisihkan puluhan ribu peserta untuk mencapai final. Dengan usianya yang sangat muda, bisa dibayangkan prestasi dan kehebatan yang bisa dicapai oleh anak-anak ini di masa yang akan datang. Merekalah masa depan Indonesia.
OLIMPIADE SAINS KUARK 2015
Olimpiade Sains Kuark (OSK) kembali diadakan. Kompetisi sains nasional tingkat SD ini, kini memasuki tahun ke-9 penyelenggaraannya. Antusiasme peserta terus meningkat. Tahun ini, ada 92.147 peserta yang tersebar di 219 kota/kabupaten di 34 provinsi di Indonesia. Sifat kepesertaan OSK terbuka untuk seluruh siswa SD di Indonesia, memberikan kesempatan untuk seluruh anak Indonesia merasakan kompetisi, tanpa harus terkendala nilai rapor atau peringkat kelas.

“Apabila kita mampu membuat sebuah kompetisi tahunan yang dapat diikuti hingga 500 ribu anak pertahunnya, maka saya sangat yakin bahwa mutu pembelajaran sains di Indonesia, khususnya untuk
pendidikan dasar dapat meningkat secara signifikan dan mampu memberikan kontribusi bagi perbaikan mutu pendidikan secara keseluruhan,” ungkap Prof. Yohanes Surya, PhD., Pakar Fisika Indonesia yang juga penggagas OSK. OSK diselenggarakan oleh PT Kuark Internasional sebagai bagian dari visinya untuk membangun pendidikan Indonesia, khususnya melalui sains. Selain menyelenggarakan OSK, berbagai program lainnya juga dilaksanakan, seperti penerbitan Komik Sains Kuark, program pelatihan Kelas Lentera Kuark, dan Festival Sains Kuark. Melalui berbagai program tersebut, anak-anak akan dekat dengan sains dan akhirnya menumbuhkan kecintaan pada sains.

“Saat ini Indonesia sedang krisis akan tenaga teknik, insinyur-insinyur dalam negeri. Padahal, Sarjana Teknik begitu dibutuhkan untuk mewujudkan pembangunan di Indonesia. Oleh karena itu, tentu perlu upaya bersama dan segera untuk menyelesaikan hal ini. Salah satunya dengan membangkitkan minat anak di bidang sains sejak dini, dengan mendekatkan anak-anak dengan dunia sains. Seperti melalui Komik Sains Kuark dan Olimpiade Sains Kuark”, Drs. Ir. Poerwanto P, M.A., Ketua Komite Pendukung Olimpiade Sains Kuark 2015.

Babak penyisihan OSK 2015 dimulai serentak pada 21 Februari 2015 di lokasi penyelenggaraan yang
tersebar di seluruh Indonesia. Upacara Pembukaan OSK 2015 dilaksanakan di Komplek SDN Pulogebang 04, 05, 12, 22, Cakung, Jakarta Timur, DKI Jaya. OSK 2015 secara resmi akan dibuka oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Bpk. Drs. H. Djarot Saiful Hidayat, M.S. Acara ini juga akan dihadiri oleh Prof. Yohanes Surya, PhD. dan Prof. Wardiman Djojonegoro.

Pembukaan OSK 2015 dirangkaikan dengan acara Festival Sains Kuark yang diikuti oleh 1000 peserta. Festival Sains Kuark menampilkan berbagai permainan sains yang menyenangkan, seperti eksperimen “Botol Bocor”, “Golf Angin”, dan “Mobil Magnet”. Pada setiap eksperimen anak-anak terlibat secara aktif untuk mencoba. Melalui acara ini, anak-anak diajak untuk lebih dekat dengan sains sehingga mencintai sains.

Mendekatkan sains pada anak sebagai sebuah upaya untuk membangun Indonesia, memang tidak mudah dan perlu usaha bersama untuk mewujudkannya. Oleh karena itu, PT Kuark Internasional bekerjasama dengan berbagai pihak untuk ikut bergandengan tangan, seperti BNI dan Adaro Energy. BNI telah tiga tahun berturut-turut berkomitmen berkontribusi untuk pendidikan Indonesia, melalui dukungannya terhada OSK.

“Memajukan pendidikan memang tidak mudah. Namun, kita harus tetap optimis bergandengan tangan bersama untuk mewujudkannya. OSK dapat menjadi kendaraan kita. Bukan hanya menjadi sarana untuk anak mengasah kemampuan dirinya, tetapi OSK juga dapat membiasakan anak untuk meraih standar yang lebih baik terus menerus. Kompetisi ini bukan tentang kalah dan menang, melainkan tentang menikmati proses belajar. Begitupun soal-soal OSK, didesain untuk merangsang cara berpikir anak. Oleh karena itu, jika secara konsisten diikuti, mereka terlatih untuk berpikir kritis dan mampu menganalisis dengan baik, sebagai bekal bagi mereka untuk menyelesaikan masalah ke depannya,” ungkap Sanny Djohan, Direktur PT Kuark Internasional.
Pada olimpiade Sains Kuark 2015 (OSK 2015) tahun ini, SDIT Al-'Ashar mengirimkan perwakilan siswanya untuk mengikuti perlombaan dan bersaing dengan ribuan peserta lainnya. Di dampingi oleh Pak Teguh, SDIT Al-'Ashar siap untuk bertanding! Cheese!

0 komentar:

Posting Komentar